9 mins read

5 Rekomendasi Safety Belt Proyek dengan Harga Terbaik

Ketika bekerja di ketinggian pada proyek tertentu. Maka resiko terbesar yang dapat terjadi adalah terjatuh. Oleh sebab itu digunakan alat pelindung berupa safety belt. Ada beragam safety belt proyek yang digunakan khusus bagi pekerja untuk meminimalisir resiko cidera tulang belakang atau pinggang.

Cidera tersebut mungkin terjadi apabila pekerja terjatuh tetapi tidak sampai menyentuh permukaan tanah. Penyebab utama cidera karena tekanan yang diciptakan dari safety belt yang terpasang pada pinggang.

Pada dasarnya safety belt berfungsi untuk membatasi ruang gerak pekerja. Agar meningkatkan keamanan dari resiko terjatuh. Apalagi beberapa jenis pekerjaan yang menempatkan pekerja berada pada ketinggian yang cukup berbahaya. Misalnya posisi miring maupun memasuki rongga sempit.

Biasanya keamanan pekerja terjamin apabila menggunakan safety belt beserta alat safety pendukungnya. Seperti rope clamp, karabiner, decender, dan lain-lain.

5 Rekomendasi Safety Belt Terbaik

Bingung dalam memilih mana merk safety belt proyek terbaik bagi pekerja lapangan? Simak daftar dibawah ini. Check this out!  

1. Blue Eagle NP737, sebuah safety belt dengan model One D-ring dan merupakan produk buatan Taiwan.

Safety Belt terbaik

Estimasi Harga Tokopedia | Rp. 260.000

2. KRISBOW Full Body Harness With Lanyard, safety belt yang terbuat dari material nilon dengan tipe harness with lanyard.

Safety Belt terbaik

Estimasi Harga Tokopedia | Rp. 600.000 – Rp. 1.500.000

3. KRISBOW Full Body Harness Without Lanyard, safety belt yang terbuat dari material nilon dengan tipe harness without lanyard.

Safety Belt terbaik

Estimasi Harga Tokopedia | Rp. 400.000 – Rp. 550.000

4. HIDAKU Safety Belt 

Safety Belt terbaik

Estimasi Harga Tokopedia | Rp. 60.000 – Rp. 175.000

5. GT LIFE Safety Belt

Safety Belt terbaik

Estimasi Harga Tokopedia | Rp. 130.000 – Rp. 300.000


Bagian Safety Belt

Rekomendasi safety belt terbaik yang biasanya tersusun dari bagian berikut ini. Check this out! 

1. Anchor Plate

Disebut sebagai jangkar yang biasanya terpasang pada body mobil. Anchor plate yang ada pada safety belt dihubungkan dengan body agar keselamatan lebih terjamin.

2. Height Adjuster

Digunakan untuk menyesuaikan penggunaan safety belt dengan tinggi dan postur badan manusia. Sehingga nyaman digunakan lebih lama dan keamanan terjamin. Oleh sebab itu, Height Adjuster akan disesuaikan dengan posisi slip guide ke bawah maupun ke atas.

3. Mounting Bracket 

Mounting bracket merupakan salah satu komponen yang terpasang pada bagian bawah retractor.

4. Retractor

Recrator merupakan suatu alat yang terpasang guna menggulung sabuk pengaman.

5. Label Informasi

Informasi diberikan oleh pabrik dinilai sangat penting agar penggunaan safety belt tetap aman dan sesuai panduan. Biasanya tertuang dalam label informasi berupa ukuran, tanggal pembuatan dan kadaluarsa, berat beban, cara penggunaan, dan informasi lainnya. Informasi ini juga dapat dibaca melalui buku panduan.

6. Buckle

Buckle merupakan sebuah penghubung yang dapat dilepaskan dengan cepat. Adapun manfaat penggunaannya untuk mengencangkan kaitan pada seat belt. Sangat penting untuk memeriksa kondisi buckle apakah terdapat kerusakan seperti retak, bengkok, ataupun karatan.

Selain itu, patut juga memeriksa kinerja dari pin pengunci buckle. Apakah pin pengunci tersebut bekerja dengan baik, dapat bergerak bebas, dan tidak bengkok. Sebaiknya tidak menggunakan safety belt jika kondisi pin pengunci melewati besi buckle

Baca juga:


Kenali Bahaya Bekerja Pada Ketinggian

Safety Belt terbaik

Pekerjaan di ketinggian tertentu memiliki tingkat bahaya yang tinggi. Sebaiknya para pekerja tetap mengutamakan keselamatan dengan memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja dengan alat safety. Lalu pahami resiko yang dapat terjadi, simak pembahasan berikut ini:

1. Bahaya Mekanis

Bahaya mekanis berasal dari alat mekanis atau benda bergerak yang memiliki gaya mekanika secara manual maupun penggerak. Contohnya mesin bubut, potong, gerindra, press, dan tempa. Dimana bagian yang bergerak dari mesin terdapat bahaya menempa, menjepit, memotong, mengebor, dan menekan.

Semua gerakan mekanis yang disebutkan berpotensi menimbulkan cidera. Seperti terjepit, tersayat, terkelupas, dan terpotong. Sementara itu, jika bekerja dari ketinggian tertentu juga memiliki bahaya mekanis. 

Contohnya berasal dari alat-alat mekanis yang digerakkan untuk pekerjaan diatas ketinggian. Alatnya yang dimaksud berupa forklift lengkap dengan platform atau lantai kerja. Apabila pekerja kurang berhati-hati saat berada di forklift akan menimbulkan kecelakaan berupa terjatuh dari ketinggian.

2. Bahaya Listrik

Bahaya dari energi listrik juga patut diwaspadai. Pasalnya, energi listrik berpotensi menyebabkan kebakaran, pemutusan hubungan listrik, dan sengatan listrik. Rata-rata semua lingkungan kerja memiliki bahaya listrik, baik berasal dari peralatan kerja atau jaringan listrik.

Terutama bahaya listrik dalam ketinggian, saat pekerja tersengat aliran listrik yang ada dari bangunan. Akibatnya terjadi kecelakaan kerja yang cukup fatal. Contohnya terjatuh, kejutan jantung, dan kematian.

3. Bahaya Kimiawi

Ada pula bahaya yang ditimbulkan dari senyawa bahan kimia. Faktanya ditemukan kecelakaan kerja dari ketinggian tertentu akibat bahaya kimiawi. Contohnya keracunan bahan kimia yang memiliki sifat beracun, iritasi bahan kimia dari asam kuat, ledakan, hingga kebakaran.

Terutama bahaya kimia yang mengakibatkan polusi dan pencemaran lingkungan juga mempengaruhi kualitas kerja. Terkadang bahaya kimiawi juga menimbulkan ledakan atau kebakaran di ketinggian tertentu. Sehingga pekerja menjadi kesulitan menyelamatkan diri dan nekat terjun atau loncat ke bawah.

4. Bahaya Fisik

Rekomendasi safety belt terbaik juga bertujuan untuk menghindari berbagai bahaya fisik. Bahaya yang berasal dari faktor fisik diantaranya getaran, tekanan, bising, penerangan, suhu dingin atau panas, serta radiasi dari bahan radioaktif.

Contoh konkretnya yang berhubungan dengan pekerjaan pada ketinggian yakni penerangan atau kebisingan menyebabkan kecelakaan kerja. Insiden tersebut terjadi saat 10 pekerja sedang berada pada ketinggian. 

Sedangkan, kurangnya penerangan mengakibatkan pekerja sulit melihat lubang dengan jelas dan menjadi kurang berhati-hati menaiki tangga. Alhasil, banyak pekerja yang mengalami terpeleset maupun terjatuh dari bangunan.

5. Bahaya Biologis

Dalam beragam lingkungan kerja juga memiliki bahaya dari faktor biologis. Biasanya ditimbulkan dari aktifitas flora dan fauna yang ada di sekitar lingkungan kerja. Potensi bahaya biologis ini sering ditemukan pada industry farmasi, makanan, pertambangan, perminyakan, pertanian, minyak dan gas bumi.

Sebenarnya masih banyak bahaya yang mengancam pekerja dari aktifitas kerja di ketinggian. Mulai dari terpeleset (slips), terjatuh (falling down), tersandung (trips), hingga kejatuhan material (falling object). 

Diantara keempat bahaya tersebut menjadi faktor terbesar cidera berat yakni terjatuh dari ketinggian tertentu. Hal yang patut diingat adalah bekerja pada ketinggian tertentu membutuhkan penanganan khusus karena situasi yang kurang lazim. 

Namun, pada hakikatnya ada 4 poin penting yang perlu diperhatikan saat melakukan aktifitas kerja dari tempat tinggi. Seperti memperhatikan pekerja, peralatan safety, kondisi lokasi atau titik pekerjaan, dan teknik pengerjaan.


Manfaat Safety Belt

Pada dasarnya manfaat utama dari penggunaan sabuk keselamatan agar melindungi pekerja dari kecelakaan kerja. Contohnya ketika aktivitas erection baja terjadi pada bangunan tower. Dibutuhkan penggunaan safety belt, sepatu safety, helm safety, dan lainnya agar keselamatan terjamin.

Bahan Safety Belt

Rekomendasi safety belt proyek terbaik idealnya terbuat dari bahan polyester. Polyester yang dimaksud berupa zat kimia berasal dari bahan alami. Contohnya kutin berasal dari kulit ari tumbuhan. Dapat juga berasal dari zat kimia sintetis seperti polibutirat dan polycarbonate. 

Menyoa polyester yang dikatakan pudah terbakar justru hanya terjadi berkerut menjauhi api dan akan padam dengan sendirinya. Sedangkan, serat polyester mengandung E-modulus, tahan terhadap api, dan penyerapan air rendah. Sehingga saat terbakar membuat bahan tersebut mengerut dan api akan cepat padam.

Kesimpulan

Seperti itulah bahaya bekerja di ketinggian, manfaat safety belt, bahan yang digunakan, hingga rekomendasi safety belt terbaik untuk pekerja lapangan. Safety belt termasuk kedalam Peralatan Safety yang dibuat untuk meninjau keselamatan kerja. Semoga dapat membantu anda memilih safety belt yang anda butuhkan.

Buzz Express

Buzz Express adalah situs berita bisnis, teknologi, game, dan hiburan. Kami adalah komunitas profesional dari berbagai bidang. Berkomitmen untuk menghasilkan konten yang berkualitas dan informatif.

Previous Story

Apa itu Goggles, 7 Manfaat Dan Cara Menggunaannya

Next Story

Tips Menambah Followers Instagram dengan Cepat

Latest from Teknologi