8 mins read

5 Jenis Pakaian Pelindung Diri – Sesuai Standar K3

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bermanfaat untuk mengontrol bahaya yang mungkin terjadi selama beraktifitas dalam lingkungan kerja. Pengontrolan bahaya yang efektif dengan cara melindungi diri sendiri menggunakan alat pelindung diri (APD). Dimana yang paling utama yakni menggunakan pakaian pelindung diri demi menjaga keselamatan pekerja.

Pakaian pelindung diri tersebut dinamakan baju safety K3 atau safety coverall. Sehingga orang yang menggunakan lebih terlindungi serta meminimalisir risiko bahaya yang mengancam nyawa. Seperti terkena percikan listrik, panas, api, serat asbes, paparan logam, dan bahan kimia beracun.

Umumnya pakaian pelindung terbagi dalam dua jenis. Yakni one piece coverall serta two piece wearpack. One piece coverall dinilai lebih nyaman digunakan sebab terdiri atas satu helai pakaian terusan saja. Alhasil, tubuh pekerja lebih terlindungi dan fleksibel untuk bergerak.

Sementara itu, safety coverall dipakai oleh orang yang bekerja dalam profesi spesifik dengan risiko pekerjaan tinggi. Sehingga membutuhkan pengamanan khusus dan lebih menyeluruh. Profesi spesifik yang dimaksud seperti pekerja pabrik, pekerja tambang, pekerja konstruksi, mekanik, hingga pemadam kebakaran.

5 Jenis Pakaian Pelindung Diri K3 Berdasarkan Lingkungan Kerja

Semua profesi yang berhubungan dengan pekerjaan berat. Yang turun langsung di lapangan memerlukan pakaian pelindung spesifikasi tertentu. Apabila dilihat dari lingkungan kerja, ada 5 jenis pakaian pengaman untuk keselamatan kerja sebagai berikut ini.

1. Pakaian Pelindung Anti Air (Waterproof)

5 Jenis Pakaian Pelindung Diri K3 Berdasarkan Lingkungan Kerja

Sesuai namanya, pakaian pengaman satu ini sudah pasti anti air dan tidak terbuat dari bahan kain. Biasanya jenis pakaian pengaman untuk keselamatan kerja waterproof digunakan untuk area kerja lembab dan basah. Sehingga seluruh tubuh tidak terkena air dan dapat bekerja lebih efektif.

2. Pakaian Pelindung Tahan Api (Flame Resistant Clothing)

Pakaian Pengaman

Pakaian pelindung diri yang tahan api terbuat dari bahan dasar flame resistant material. Namun, yang dimaksud bahan tahan api bukan berarti bahan tidak dapat dibakar dengan api sama sekali. Flame resistant yang dimaksud adalah saat terkena api bahan tersebut lambat terbakar. 

Bahkan, api yang menyala akan padam dengan sendirinya. Bahan flame resistant efektif menghilangkan api karena dasar bahan tidak mengalirkan oksigen yang membuat api menyala. 

3. Pakaian Pelindung Visibilitas Tinggi

Ada juga jenis pakaian pelindung diri dengan visibilitas tinggi alias high-visibility safety coverall. Umumnya digunakan dalam lingkungan kerja yang penerangannya minim dan sering dilalui kendaraan. 

Pada pakaian pelindung satu ini ditambahkan fitur-fitur khusus. Tujuannya agar para pekerja yang menggunakannya mudah terlihat maupun teridentifikasi. Adapun fitur tambahannya seperti garis retroreflective yang berupa pita.

4. Pakaian Pelindung Fitur Tambahan Bagian Lutut

Pakaian pelindung selanjutya memiliki fitur tambahan pada bagian lutut. Kegunaannya agar lutut terlindungi dari tekanan pekerjaan. Pakaian pelindung lutut biasanya digunakan oleh pekerja yang melakukan banyak aktivitas berlutut maupun membungkuk secara terus-menerus.

5. Pakaian Pelindung Dengan Desain Warna Berbeda

Pakaian pengaman untuk keselamatan kerja lainnya memiliki desain warna berbeda. Tujuannya agar para pekerja dapat diidentifikasi lebih mudah. Perbedaan yang dimaksud dapat berupa perbedaan warna sesuai dengan bidang atau divisi pekerjaan. Alhasil, aktivitas seluruh pekerja yang berada dalam satu area menjadi mudah dipantau.

Kelima jenis pakaian pengaman diatas efektif digunakan jika sesuai medan lapangan dan aktifitas kerja. Oleh sebabnya, perusahaan tidak dapat asal menentukan bagaimana jenis pakaian pengaman untuk keselamatan kerja yang ideal.


6 Tipe Pakaian Pelindung Berdasarkan Standar Eropa CEN

Ada juga tipe pakaian pelindung keselamatan kerja (K3) sesuai standar internasional. Berdasarkan keputusan dari Komite Standardisasi Eropa (the European Committee for Standardization atau CEN) ada jenis pakaian pelindung sesuai risiko dari paparan bahan-bahan tertentu seperti bahan kimia. Jenis pakaian pengaman untuk keselamatan kerja yang dimaksud terbagi dalam 6 tipe berikut :

  1. Tipe 1, gas-tight suit
  2. Tipe 2, air-fed non-gas-tight suit
  3. Tipe 3, liquid-tight suit
  4. Tipe 4, spray-tight suit
  5. Tipe 5, suits against solid particles
  6. Tipe 6, suits offering limited protective performance against liquid chemical

Umumnya tipe pakaian safety diatas tidak hanya melindungi tubuh dari paparan bahan kimia. Bahkan, memberikan perlindungan maksimal dari risiko paparan bahan biologis berbahaya. Manfaatnya yakni memberi perlindungan tubuh dari bahan kontaminasi debu maupun kontaminasi cairan.


Panduan Memilih Jenis Pakaian Pelindung Diri

Beberapa hal yang patut dipertimbangkan saat memilih safety coverall. Terutama pemilihan pakaian ditinjau dari potensi bahaya pada area kerja Anda. Sama seperti pemilihan alat pelindung diri lain, bahan yang digunakan menjadi pertimbangan penting dalam memilih coverall. 

Patut diingat jika bahan coverall ideal mampu melindungi pekerja dari segala bahaya di area kerja dengan maksimal. Dalam hal ini bahan coverall sangat beragam, misalnya terbuat dari bahan TC (Teteron Cotton) yakni campuran Polyester 65% dan cotton combed 35%. 

Walaupun bahan TC terbukti berkualitas baik, namun coverall dari bahan 100% katun menyajikan kualitas terbaik untuk menahan dampak bahaya. Dimana bahan seperti ini biasa digunakan pada area dengan potensi bahaya rendah. Contohnya paparan api dan paparan kimia.

Bagi area dengan potensi bahaya tinggi, maka coverall yang digunakan terbuat dari bahan khusus. Contohnya apabila bekerja di daerah panas, gunakanlah coverall yang terbuat dari bahan anti api. Berikut ini panduan memilih jenis pakaian pengaman untuk keselamatan kerja agar memberi perlindungan maksimal.

1. Kualitas Produsen

Awali dengan meninjau kualitas bahan coverall dan kapasitas perusahaan yang memproduksi coverall. Hal tersebut berperan penting agar menghasilkan coverall bermutu tinggi. Biasanya produsen yang terpercaya akan melakukan pemilihan kualitas bahan, jahitan, dan kekuatan bahan terhadap dampak bahaya.

2. Daya Tahan

Supaya mengetahui kemampuan pakaian pengaman saat menahan dampak bahaya, maka produsen melakukan pengujian coverall. Caranya dengan mencoba menahan dampak bahaya dahulu. Sehingga dapat mengetahui dengan jelas apakah coverall dapat diproduksi karena dapat melindungi dari potensi bahaya sebaik mungkin.

3. Desain Coverall

Pilihlah coverall yang mengutamakan kenyamanan para penggunanya. Selain itu, tingkat perlindungan juga memadai. Bayangkan saja bagaimana nasib para pekerja apabila menggunakan coverall berkualitas buruk. Tentunya tidak maksimal menahan dampak bahaya serta membatasi daya gerak pekerja.

Justru hal tersebut akan mempengaruhi efektifitas pekerjaan. Resiko yang dapat dialami pekerja antara lain cedera dan kehilangan nyawa semakin besar. Pasalnya, tingkat perlindungan yang diberikan kurang maksimal.

Oleh karenanya, sangat penting memilih coverall yang memuat desain nyaman. Perusahaan juga dapat memilih coverall dari model dan fitur tambahan. Contohnya memiliki banyak saku agar dapat menjangkau peralatan kerja lebih mudah.

Kesimpulan

Sebaik apapun pakaian pelindung diri saat kerja yang Anda gunakan. Pastikan benar-benar memberikan perlindungan maksimal dan nyaman. Sehingga saat digunakan tidak mengganggu aktifitas pekerja. Apabila pakaian coverall tidak dapat melindungi dari resiko bahaya maka nyawa menjadi taruhannya. Mari terapkan prinsip syarat untuk keselamatan pekerja.

Buzz Express

Buzz Express adalah situs berita bisnis, teknologi, game, dan hiburan. Kami adalah komunitas profesional dari berbagai bidang. Berkomitmen untuk menghasilkan konten yang berkualitas dan informatif.

Previous Story

10 Alat Safety Wajib untuk Syarat-syarat Keselamatan Kerja

Next Story

5 Merk Masker Respirator Terbaik Untuk Pekerja Lapangan [Daftar Harga Terbaru]

Latest from Teknologi